Wednesday, February 14, 2018

DN Aidit Negara salah urus karena pemimpin punya istri lima

DN Aidit Negara salah urus karena pemimpin punya istri lima


Dilansir dari Merdeka.com - Teriakan bubarkan Himpunan Mahasiswa Islam atau HMI bergemuruh di Istora Senayan Ribuan anggota Consentrasi Gerakan Mahasiswa Indonesia (CGMI) serempak berteriak semangat.
"Bubarkan HMI! HMI antek nekolim!" 

Malam itu, 28 September 1965, CGMI menggelar Kongres II. Seperti diketahui, CGMI adalah organisasi kemahasiswaan underbouw PKI. Sebelum Kongres, hampir setiap hari CGMI berdemo meminta pemerintah membubarkan HMI karena perbedaan pandangan politik.

Wakil Perdana Menteri II Johannes Leimena dan Presiden Soekarno yang berpidato malam itu dengan tegas menolak permintaan CGMI. Pemerintah tak akan membubarkan HMI.

Giliran Ketua Central Comite Partai Komunis Indonesia (CC PKI) Dipa Nusantara Aidit naik ke mimbar. Pidato Aidit menggebrak diiringi teriakan dukungan massa.

"Kalau CGMI tak bisa membubarkan HMI lebih baik kalian memakai kain seperti perempuan!" kata Aidit disambut gemuruh teriakan anggota CGMI. "Bubarkan HMI, Bubarkan HMI."

Aidit tak selesai sampai situ. "Indonesia belum mencapai kemajuan dan kemakmuran. Negara ini memang tidak akan bisa maju kalau diurus oleh pemimpin yang mempunyai empat atau malahan lima orang istri!" teriak Aidit.

Sejumlah hadirin terkesiap. Wakil Komandan Tjakrabirawa Kolonel Maulwi Saelan menggeleng-gelengkan kepala mendengar pidato Aidit.

"Kasar sekali, pernyataan Aidit itu kasar sekali," kata Saelan menceritakan kisah itu pada merdeka.com, pekan lalu.

Semua tahu pada siapa sindiran Aidit itu dialamatkan kalau bukan Presiden Soekarno yang memiliki lima istri. Fatmawati, Hartini, Ratna Dewi, Haryati dan Yurike.

Tak ada yang berani melihat wajah Soekarno. Tapi Soekarno dengan tenang meninggalkan acara tersebut tanpa berkata apapun.

Padahal baru beberapa hari sebelumnya Soekarno menganugerahkan penghargaan prestisius Bintang Mahaputera pada Aidit. Soekarno pun hadir pada peringatan HUT PKI ke-45, 23 Mei 1965 di Istora Senayan. Dalam acara itu Soekarno dan Aidit berangkulan mesra.

Saat itu PKI memang menjadi pendukung utama kebijakan Soekarno. Bagi Soekarno, PKI menjadi penyeimbang bagi kekuatan politik Angkatan Darat yang dominan. Soekarno selalu berusaha menjaga keseimbangan antara Angkatan Darat dan PKI.

Bukan kali pertama Aidit melancarkan serangan pada Soekarno. Aidit pernah menyatakan kalau rakyat Indonesia sudah bersatu dan sosialisme sudah terwujud, maka Pancasila tak dibutuhkan lagi.

Seluruh rakyat tahu, Soekarnolah yang merumuskan Pancasila. Kritik Aidit dijawab Soekarno dengan menetapkan 1 Juni sebagai hari kelahiran Pancasila.

Hubungan Aidit dan Soekarno memang turun naik, kadang mesra, kadang renggang. Seperti kata pepatah, tak ada kawan abadi.

visit to link download

Related Posts:

  • Aplikasi Untuk Download Video Buat Android Rekomendasi aplikasi edit video terbaik 2020 untuk android & iphone buat para profesional, mungkin opsi menyunting video dengan software edit video pc, seperti adobe premiere pro atau… Read More
  • Download Meraih Bintang Sea Games 2018 Tabloidbintangcom - via vallen terpilih untuk menyanyikan official theme song asian games 2018 atau lagu resmi ajang asian games 2018 lagu yang dirilis pada sabtu (30/6) ini, berjudul mer… Read More
  • Pokemon Jupiter Version Download In Gba Like you see, pokemon jupiter post includes parts: description (story/plot included in this part), screenshots, images, how to download if some trailers are not available, we will add lat… Read More
  • Download Snap Camera Pro Apk Introducing snap camera bring the magic of lenses to your live streams and video chats on pc & mac video chat: now with lenses compatible with your favorite apps how to use snap camer… Read More
  • Download Game Naruto Mugen Zip About naruto storm mugen 5 naruto storm mugen 5 is a classic fighting game created on the mugen engine by one ruto like most games of this type, it's not an unique project but a package o… Read More